Amangboru
Kamis, 9 September Amangboru pergi untuk selamanya. Antriannya tiba. Pada dasarnya kita semua memang menunggu antrian kan. Cepat atau lambat akan tiba giliran kita masing-masing.
Sepanjang hidupku, aku belum pernah menemukan pribadi yang lebih baik dari Amangboru ini. Pribadi yang paling ikhlas, seperti namanya. Jujur, dedikasinya.
Bagiku pribadi, Amangboru ini seperti ayah dan juga sebagai guru. Guru dalam hampir semua jenis lini kehidupan dan semua mata pelajaran. Aku masih ingat waktu pertama kali Amangboru mengajariku fisika kelas satu SMP. Kemudian mengajariku Matematika, diagram venn waktu itu. Selebihnya beliau adalah guru fiqih, guru tajwid, guru sejarah islam, guru politik Islam, dan semuanya bagiku.
Kepergiannya tentu meninggalkan duka bagiku dan bagi orang banyak. Namun, aku yakin, Amangboru tentunya sudah di tempat yang Terbaik.
Comments
Post a Comment