Posts

Orang-Orang Tersayang

-Halaman 8 dari 349- Kehilangan orang-orang tersayang adalah pengalaman paling berharga dan tersayang dalam hidup. Aku pernah mengalaminya. Dan itu sering. Hari ini, kehilangan Si Calon Debay yang ditunggu-tunggu. Sedih? Iya. Tapi tidak apa-apa. Memang begitulah hidup. Tidak semua yang sangat kita inginkan harus menjadi milik kita. Kadangkala, biarlah dia berjarak dengan kita. Tidak semua yang kita cintai juga harus menjadi milik kita. Biarlah ia lepas, suatu saat insyaallah menjadi penolong buat kita. Selamat jalan, Nak. Sedih? Sudah pasti. Tapi tentu saja ada yang berlipat-lipat kesedihannya daripada aku. Ibunya. Istriku. Tugasku adalah menjadikannya senantiasa bahagia. Dan tersenyum. Aku menyayanginya dengan sangat. Itu pasti.  Bersangka baik kepada Allah tugas kita sebagai manusia. Manusia yang lemah ini. Pada dasarnya semuanya adalah milik-Nya. Termasuk anak istri, dan bahkan nyawa kita sendiri.  Riki Ananda Nasution  

Kapan Punya Rumah?

-Halaman 7 dari 349 - Memasuki bulan keempat sesudah menikah. Salah satu pertanyaan yang paling sering didengar dari keluarga maupun kawan adalah soal kapan membeli rumah. Membeli rumah, untuk kami berdua pasangan yang baru saja menikah adalah sesuatu yang tentu saja tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat. Apalagi untuk penghasilan yang sangat biasa-biasa saja.  Dari awal kita berdua sudah berkomitmen untuk terbebas dari utang dan cicilan. Dan tentu saja cicilan rumah. Di tengah serba mudahnya sekarang ini tawaran cicilan berdatangan. Dan mudahnya kita mengajukan pinjaman-pinjaman online. Godaannya tentu saja banyak sekali.  Komitmen untuk menabung dulu, dan membeli secara tunai adala komitmen yang panjang. Butuh keteguhan dan determinasi yang tinggi untuk mewujudkan. Dan jika saatnya sudah tiba. Maka jadilah ia. Riki Ananda Nasution

Penegakan Hukum dan Pendidikan

-Halaman 6 dari 349- Ada seorang novelis terkenal yang bilang bahwa sesungguhnya prioritas sesungguhnya bangsa ini adalah bagaimana memperbaiki penegakan hukum, dan memajukan pendidikan kita. Jika kedua hal ini kita perbaiki dan majukan, maka secara otomatis kita akan menjadi bangsa yang berkembang pesat, makmur, dan pada akhirnya akan menjadi bangsa yang maju.  Saya setuju dengan pendapat bapak Novelis ini. Yang pertama, soal penegakan hukum. Rasanya memang kita belum pernah berdaulat dalam soal penegakan hukum. Rasa keadilan kita selalu saja ternodai. Bilamana hukum menjadi sangat tajam ke bawah, dan sangat tumpul ke atas. Penegakan hukum yang tebang pilih, korupsi yang merajalela, banyaknya mafia dalam hampir setiap lini kehidupan, rasanya tidak akan bisa diselesaikan dengan cara-cara atau pun dengan kepemimpinan yang biasa-biasa saja.  Kedua, soal pendidikan. Saya pikir menjadi hal yang sangat penting untuk berfokus pada pembentukan karakter.  Penting untuk menanamkan...

Banyak Membaca

-Halaman 5 dari 349-  Kapan waktu paling produktifmu membaca buku? Kalau aku, dari SMP sampai SMA. Antara 2004 sampai tahun 2010. Aku bersyukur pernah tinggal di rumah seseorang yang cinta terhadap membaca, dan juga suka menulis, dan bahkan menulis beberapa buku tentang akidah, akhlak, sejarah pendidikan Islam, dan faraidh. Punya koleksi banyak sekali buku. Tahun-tahun itu, belum ada gadget , media sosial, dan juga kisah cinta. Hal-hal seperti ini ternyata banyak sekali mendistraksi fokus dan pikiran untuk membaca. Gadget dan media sosial membawa kita kepada pengalaman yang sama sekali berbeda. Terlalu banyak hal menarik yang kita temui di dalam perangkat mobile tersebut. Namun, apakah itu semuanya berguna?  Tahun ini akan targetnya adalah lebih banyak membaca buku. Tanpa harus membeli buku satu pun. Cukup dengan membaca koleksi buku yang dibeli di tahun sebelumnya. Tafsir Al-Azhar yang diwariskan oleh almarhum amangboru, juga rasanya masih relevan untuk dibaca tahun ini....

Menjadi Ibu

 -Halaman 4 dari 349- Minggu ke-delapan kehamilan istri. Mulai muncul gejala mual dan muntah-muntah. Intensitasnya semakin sering. Tidurnya tidak nyenyak. Punggungnya sakit. Kasihan sekali melihatnya. Yang dapat kulakukan? Menjaganya dan melindunginya. Dan kadang sering kebingungan.  Kalau dipikir-pikir lagi. Tega sekali seorang anak yang mendurhakai ibunya. Begitu berat perjuangan seorang ibu. Ketika hamil, mati-matian menjaga si calon bayi. dengan berbagai macam rasa sakit yang dirasakan si Ibu.  Terlahir ke dunia dan menjalani hidup, mungkin adalah proses yang singkat. Memanusiakan manusia. Menjadikan hidup lebih manusiawi, adalah tantangan berikutnya dalam hidup. Riki Ananda Nasution

Tahun Lalu dan Tahun ini

-Halaman 3 dari 349- Tahun 2022 ini akan menjalani usia kepala tiga untuk kesekian kalinya. Wkwkwkkwk. Namun, tahun 2021 yang lalu akan menjadi tahun yang selalu dikenang setiap tahunnya. Agustus bertemu dan berkenalan dengan seorang wanita shalihah nan cantik.  September kehilangan orang besar. Teladan besar dalam hidup. Panutan. Oktober menikah dengan wanita shalihah tadi. Tahun ini semoga menjadi tahun yang manis. Lebih manis dari tahun-tahun sebelumnya. Lebih banyak lagi pelajaran yang didapatkan daripada tahun sebelumnya. Proses pendewasaan diri harus diakselerasi. Karena insyaallah tahun ini akan menjadi seorang ayah.  Tahun ini sama dengan tahun sebelumnya.  Targetnya adalah mencicil langkah-langkah kecil menuju tujuan yang besar.  Riki Ananda Nasution

Detoksifikasi

-Halaman 2 dari 349- Barangkali menulis ada dalam 10 daftar kegiatan paling tidak menarik untuk dilakukan belakangan ini. Sama hal nya dengan membaca. Bagiku, juga begitu. Menulis menjadi kegiatan yang memberatkan diri sendiri. Kalau dipikir ulang, menulis ini bisa menjadi detoksifikasi pikiran-pikiran yang lelah.  Hari ini kita dibanjiri oleh banyak sekali informasi. Informasi ini sayangnya kebanyakan tidak bermanfaat dan tidak dapat diolah. Maka jadilah ia seperti air bah di dalam pikiran. Membanjiri pikiran. Kemudian menghanyutkan.  Scrolling down instagram di instagram berjam-jam menghabisi waktuku. Dan tidak ada hal yang sebenarnya bermanfaat yang didapatkan dari itu semua.  Riki Ananda Nasution